Selasa, 06 Juli 2010

Ibadah Raya Malang, 27 Juni 2010 (Minggu Pagi)


Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Gereja Tuhan (gadis-gadis) harus selalu siap sedia supaya dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, sebagai Raja segala raja.

Yang harus dipersiapkan adalah PELITA HARUS TETAP MENYALA.
Syarat supaya pelita tetap menyala:
Harus mendengar Kabar Mempelai.
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Harus memiliki minyak persediaan = mengalami urapan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus, dan meluap-luap daam Roh Kudus.
Matius 25:2-4
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Gereja Tuhan bagaikan 10 gadis yang terpisah menjadi 2 bagian:
Yang memiliki minyak persediaan = 5 gadis yang bijaksana, pelitanya tetap menyala sehingga bisa menyongsong kedatangan Yesus kedua kali dan bahagia bersama Tuhan selamanya.
Yang tidak memiliki minyak persediaan = 5 gadis yang bodoh, pelitanya hampir padam, bahkan padam, sehingga tidak bisa menyongsong kedatangan Yesus kedua kali, ketinggalan saat kedatangan Yesus kedua kali, dan berarti masuk kebinasaan.

Praktek sehari-hari gadis bodoh adalah mencemoohkan korban tebusan = menghina korban Kristus.
Amsal 14:9
14:9. Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

Dalam Perjanjian Lama, korban tebusan ini berupa binatang. Tetapi dalam Perjanjian Baru, korban tebusan ini sudah digenapkan oleh korban Kristus.

Ibrani 6:4-6
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Menghina korban Kristus = murtad, artinya:
Meninggalkan pengajaran yang benar dan beralih pada ajaran lain/ajaran sesat.
Menyangkal Tuhan, tidak percaya Yesus karena pencobaan-pencobaan, atau karena godaan-godaan.

Orang Kristen/anak Tuhan yang tidak memelihara sanak saudaranya.
1 Timotius 5:8
5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

Orang yang sengaja berbuat dosa, hidup dalam dosa, atau menyetujui dosa.
Istilah 'sengaja' berarti sudah tahu bahwa itu dosa, tetapi tetap melakukan.

Roma 1:32
1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Termasuk di sini adalah dosa tidak beribadah, jangan sampai menyetujui orang tidak beribadah karena capek, dll.

Ibrani 10:25-26
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Ibrani 6:8
6:8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Akibat orang yang murtad adalah menjadi seperti semak duri dan rumput duri = berada dalam suasana kutukan dosa.
Kalau ini dibiarkan terus, maka selangkah lagi hanya untuk dibakar dalam lautan api dan belerang.

Pengkhotbah 7:6
7:6 Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Inipun sia-sia.

Tertawa orang bodoh = duri yang terbakar di bawah kuali.
Tertawa orang yang hidup dosa, tertawa orang yang murtad = menangis di neraka.

1 Korintus 1:30
1:30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

Korban Kristus merupakan hikmat dari Allah untuk menebus kita dari dosa-dosa.
Semua manusia di dunia sudah berbuat dosa di dunia sejak zaman Adam dan Hawa, dan nasibnya hanya untuk dibinasakan. Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa melepaskan manusia dari dosa. Hanya Yesus satu-satunya Allah yang lahir menjadi Manusia tidak berdosa, satu-satunya yang bisa melepaskan manusia dari dosa.

Korban Kristus akan membenarkan kita, menyiucikan kita, sampai menyempurnakan kita.

Ibrani 10:14
10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

Lewat korban Kristus, kita akan mengalami penebusan mempelai.
Gadis yang bijaksana akan menghargai korban Kristus = mengalami penebusan mempelai.

Wahyu 14:1-5
14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Ada 3 macam penebusan mempelai:
Ditebus dari dunia dengan segala pengaruhnya [Wahyu 14:3].
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Bukti ditebus dari dunia adalah setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
Tidak setia = terikat pada dunia = berzinah seperti Babel pelacur besar.

Ditebus dari manusia (daging) dengan segala keinginan/hawa nafsu/kehendak [Wahyu 14:4].
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Bukti ditebus dari daging adalah taat dengar-dengaran pada firman Tuhan apapun resikonya.

Ditebus dari dosa [Wahyu 14:5].
Praktiknya dimulai dari tidak ada ada dusta. Dusta adalah sesuatu yang disembunyikan, sesuatu perkataan yang tidak benar. Sehingga perkataan kita adalah perkataan yang benar sampai tidak lagi salah dalam perkataan, tidak bercela.

Yakobus 3:2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Jika gereja Tuhan mengalami penebusan sampai setia, taat dengar-dengaran, dan tidak bercela, maka gereja Tuhan akan ditampilkan sebagai mempelai wanita Tuhan yang tidak bercacat cela.

Wahyu 12:1-2
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Keadaan gereja Tuhan yang ditebus oleh korban Kristus adalah seperti perempuan mengandung yang hendak melahirkan, dalam keadaan paling lemah, tak berdaya, dan menghadapi setan dengan segala kekuatannya untuk menghancurkan.
Di saat seperti ini, gereja Tuhan hanya bisa mengandalkan suara penyembahan.

Ada 2 macam suara penyembahan gereja Tuhan:
Mengeluh dan mengerang [Wahyu 12:2] = penyembahan dalam pengalaman kematian.
Suara sukacita = penyembahan dalam nada kebangkitan.
Yohanes 16:21
16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
Penyembahan dalam pengalaman kematian dan kebangkitan ini jika dijumlahkan akan menjadi nyanyian baru.

Wahyu 14:2-3
14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.

Wahyu 19:6
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Nyanyian baru = penyembahan mempelai, penyembahan kepada Yesus sebagai Raja segala raja.
Mulai sekarang kita harus menyembah Yesus sebagai Mempelai dengan 'Haleluya'. Ini harus kita teruskan sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Lukas 23:41-43
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Penyembahan kepada Raja ini akan menarik hujan kemurahan dan belas kasihan Tuhan. Hari ini juga kita akan berada di Firdaus, artinya: tangan kemurahan dan belas kasihan Tuhan mampu memelihara kehidupan secara ajaib di tengah segala krisis dan kemustahilan.
Secara jasmani, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang gagal menjadi berhasil, masa depan yang hancur menjadi indah dan bahagia.
Secara rohani, tangan kemurahan Tuhan mampu mengubahkan kehidupan kita menjadi kehidupan yang sempurna seperti Tuhan, yang layak masuk Firdaus.


Tuhan memberkati.

Rabu, 02 Juni 2010

IbIbadah Doa Malam Malang, 27 Mei 2010 (Kamis Malam)

Keluaran 29: 8-9
29:8. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

Pelayanan itu dikaitkan dengan korban Kristus, firman pengajaran yang benar dan minyak urapan.
Jabatan imam, itu adalah kekal untuk selama-lamanya. Tidak ada pensiun dalam melayani Tuhan.
Jadi, sekali kita ditahbiskan menjadi pelayan Tuhan dalam jabatan imam, maka kita harus melayani sampai Tuhan datang, bahkan sampai selama-lamanya.

(terjemahan lama)
29:9. Maka hendaklah kauikatkan pinggang mereka itu, yaitu Harun dan anak-anaknya, dengan ikat pinggang itu dan ikatkanlah kopiah itu di atas kepalanya, supaya padanya imamat itu suatu hukum yang kekal selama-lamanya; dan hendaklah kaupenuhi tangan Harun dan tangan anak-anaknya.

ay. 9b= 'hendaklah kaupenuhi tangan Harun dan anak-anaknya'= sebelum melayani, tangan itu sudah dipenuhi oleh Tuhan. Artinya, pelayan Tuhan tidak boleh melayani dengan tangan kosong supaya jangan menjadi Bartimeus, yaitu melayani dengan mengemis (meminta-minta). Kalau meminta-minta, pasti buta, tidak tahu arah melayani.

Tangan yang sudah dipenuhi oleh Tuhan, berguna untuk:
mempersembahkan perpuluhan dan persembahan khusus.
Artinya, melayani dengan mengembalikan milik Tuhan terlebih dahulu.
1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Kegunaan kedua adalah mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Tuhan.
Jadi, semua pelayanan harus bernilai rohani.
Hati-hati! Tidak semua pelayanan diterima oleh Tuhan.

Maleakhi 3: 1-3
3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
3:2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

Jangan sampai hari-hari ini kita melayani Tuhan dengan sembarangan. Harus melayani dengan persembahan yang benar, yaitu harus mengalami penyucian.
Kalau kita mengalami penyucian, itulah yang berkenan pada Tuhan, bukan pada hebat atau tidaknya pelayanan kita.

PENYUCIAN PERAK
perak= penebusan. Artinya mulai dilepaskan dari dosa dan hidup benar. Kalau tidak benar, maka pelayanannya juga tidak benar.

PENYUCIAN EMAS
Artinya penyucian tabiat, yaitu menjadi taat dengar-dengaran.

PENTAHIRAN
Artinya pentahiran kusta/penyucian kusta (kenajisan).
Orang kusta ini menyangkut soal pakaian.
Kenajisan itu dimulai dari pakaian, perbuatan, dan perkataan. Sebab itu, kita harus benar dalam berpakaian. Kalau salah dalam berpakaian, akan salah juga dalam pelayanan.

Kusta ini juga kebenaran diri sendiri, yaitu menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain atau dengan cara pura-pura berbuat baik.

Kalau sudah disucikan, barulah kita menjadi persembahan yang berkenan pada Tuhan.
Selain penyucian, kita juga harus mengalami urapan Roh Kudus (bernilai rohani dan tidak bernilai jasmani).

menjadi berkat bagi orang lain, dan tidak jadi peminta-minta (jadi beban bagi orang lain).
bisa diangkat untuk menyembah Tuhan.
Ini merupakan puncak ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Kalau imam belum menyembah Tuhan, pelayanannya belum memenuhi ukuran.
Syarat menyembah Tuhan adalah:
1 Timotius 2: 8
2:8. Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Syarat pertama adalah harus menyembah Tuhan dengan tangan yang suci (perbuatan dan hati yang suci), tanpa perselisihan.

Mazmur 24: 3-6
24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
24:6. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

(terjemahan lama)
24:6. Bahwa inilah bangsa orang yang bertanya akan Tuhan, yang mencahari hadirat-Mu, yaitulah Yakub. -- Selah.

Syarat kedua adalah mulut suci, tanpa dusta.
Menyembah Tuhan dengan hati dan mulut yang suci, itu seperti Yakub yang bergumul semalam-malaman.

Kejadian 32: 24, 28
32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:28. Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Biarlah malam ini, kita bergumul bersama Tuhan. Dan Tuhan tidak akan membiarkan kita.
Disini, Yakub bergumul bersama Tuhan untuk:
menghadapi ketakutan (takut bertemu Esau)= ketakutan, kekuatiran, kenajisan dan kegagalan.
menghadapi masalah nikah dan buah nikah.
memperoleh nama baru= mengalami pembaharuan.
Yakub, artinya penipu. Dan namanya diganti menjadi Israel yang artinya pemenang.
Apapun yang menjadi masalah kita, biarlah kita bergumul bersama Tuhan.
Dan saat Yesus datang kembali, benar-benar kita mendapatkan nama baru, kita bersama Tuhan untuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

Selasa, 25 Mei 2010

Ibadah Raya Surabaya, 23 Mei 2010 (Minggu Sore)

Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

ay. 1, 13= gadis-gadis/gereja Tuhan harus selalu berjaga-jaga dan siap sedia supaya dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga.

Yang harus disiapkan adalah PELITA harus tetap menyala.
2 syarat supaya pelita tetap menyala:
ay. 5-7= harus menerima kabar mempelai (cahaya) --> sudah diterangkan pada ibadah-ibadah sebelumnya.
ay. 3-4= harus memiliki minyak persediaan.
Malam ini, kita masih membahas bagian 2 (MEMILIKI MINYAK PERSEDIAAN).

Matius 25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4. sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Memiliki minyak persediaan ini artinya harus melimpah-limpah/meluap-luap dalam Roh Kudus.

Langkah-langkah untuk memiliki minyak persediaan menurut gambar Tabernakel:
mengalami minyak urapan Roh Kudus= masuk pintu gerbang (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+gerbang.html).
Ini artinya berada pada halaman tabernakel.

Roma 10: 17
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Jadi, masuk pintu gerbang adalah iman/percaya pada Yesus lewat firman Allah yang diurapi oleh Roh Kudus.
Sebab itu, kita harus sungguh-sungguh dalam mendalam Firman.
Saat kita bisa percaya dan mengerti Firman yang diurapi Roh Kudus, saat itulah kita mengalami minyak urapan Roh Kudus.

Praktik kalau kita sudah diurapi Roh Kudus/mengalami minyak urapan (dihalaman tabernakel ada 2 alat):
mezbah korban bakaran (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+korban+bakaran.html)= bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan (mati terhadap dosa).
Kalau sengaja berbuat dosa, hidup itu akan kering.

bejana pembasuhan (http://www.gptkk.org/tabernakel_bejana+pembasuhan+dari+tembaga.html)= lahir baru/baptisan air.

1 Yohanes 3: 9
3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Lahir baru, artinya hidup baru, yaitu tidak berbuat dosa lagi sekalipun ada keuntungan atau paksaan= membenci dosa sampai suatu waktu tidak bisa berbuat dosa, sama seperti Yesus.

Kalau kita ada praktik bertobat dan lahir baru, kita SUDAH berada dalam minyak urapan Roh Kudus.

mengalami kepenuhan Roh Kudus= masuk pintu kemah (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+kemah.html).
Kalau kita menjaga minyak urapan, dan minyak urapan ini terus bertambah, maka suatu waktu, kita akan mengalami kepenuhan Roh Kudus.

Kalau kita masuk pintu kemah, kita berada dalam ruangan suci.
Dalam ruangan suci ada 3 alat. Praktiknya adalah ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (penggembalaan):
pelita emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html)= ketekunan dalam ibadah raya
meja roti sajian (http://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html)= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci
mezbah dupa emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html)= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

Kalau tidak tekun, maka kita tidak akan mengalami kepenuhan Roh Kudus.
Sebaliknya, kalau kita tekun, maka kita akan mengalami kepenuhan Roh Kudus.
Kalau tidak mengalami kepenuhan Roh Kudus, pasti tidak memiliki minyak persediaan.

Mazmur 1: 3
1:3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kehidupan yang tekun, itu seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Tanpa air, pohon itu pasti akan mati. Sebab itu, kita HARUS TERGEMBALA.
Dengan tergembala, kita akan menjadi kehidupan yang tahan uji sekalipun kena panas terik. Bahkan kita bisa menghasilkan buah pada musimnya (diberkati jasmani/rohani dan menjadi berkat bagi orang lain). Dan masa depan kita juga indah serta berhasil.

meluap-luap dalam Roh Kudus= masuk pintu tirai (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+tirai.html).
Kalau kita terus tekun dalam penggembalaan, barulah Roh Kudus bisa meluap-luap. Dan inilah yang menjadi minyak persediaan.

Ini artinya, kita berada di dalam ruangan maha suci (kemuliaan dan kesempurnaan).
Praktik berada didalam ruangan maha suci:
Markus 14: 36-38
14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37. Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38. Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Praktik pertama adalah berdoa 1 jam (= perobekan daging).
Banyak kali, kita sudah mengalami masalah, baru berdoa. Dan ini artinya tidak ada minyak persediaan.

Saat tidak ada pencobaan, kalau kita tetap tekun berdoa, itulah yang menjadi minyak persediaan.
Perobekan daging adalah perobekan kehendak daging supaya kita bisa taat dengar-dengaran.

Kalau kita taat dengar-dengaran, kita tidak akan jatuh dalam pencobaan. Bahkan kita mengalami kuasa untuk menghapus kemustahilan. Saat tidak taat, saat itulah kita jatuh dalam pencobaan.
Selama kita taat pada firman, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

di ruangan maha suci ada tabut perjanjian (http://www.gptkk.org/tabernakel_tabut+perjanjian.html) dan didepannya ada percikan darah.

Praktik kedua adalah mengalami percikan darah (sengsara daging tanpa dosa). Dan ini artinya, minyak meluap-luap.
Kalau kita mengalami percikan darah, jangan marah! Sebab saat itu, minyak justru meluap-luap.
Bentuk-bentuk percikan darah dalam hidup sehari-hari supaya meluap-luap dalam Roh Kudus:
1 Petrus 4: 12-14
4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Bentuk pertama adalah tidak kecewa dan tidak putus asa saat menghadapi penderitaan karena Yesus, malah kita berbahagia dalam penderitaan.
Kalau masih mengomel dan tawar hati, hidup itu belum punya minyak persediaan dan pelitanya sedang padam, sehingga saat Tuhan datang, ia akan ketinggalan.

Yohanes 16: 12-13
16:12. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Bentuk kedua adalah hidup benar sekalipun kita harus menderita. Dan ini artinya, minyak urapan itu akan meluap-luap dalam hidup kita.
Banyak kali, kita hidup benar karena tidak ada tantangan.

Yohanes 15: 25-27
15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Bentuk ketiga adalah bersaksi sekalipun menghadapi penderitaan, kesulitan dan kebencian.
Kesaksian ini yang terutama adalah kesaksian tentang keubahan hidup, terutama kejujuran.
Kejujuran ini dimulai dari jujur terhadap Firman pengajaran. Sesudah itu, jujur dalam segala hal.

Kalau kita ada minyak urapan yang meluap-luap, maka kita tidak akan takut menghadapi apapun.
Kalau kita sudah jujur, kita bisa mengalami mujizat jasmani dan rohani, sebab doa orang jujur akan dijawab oleh Tuhan.

Amsal 15: 8
15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Mujizat rohani terjadi terus, sampai saat Yesus datang kembali, pelita kita akan tetap menyala dan kita siap menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali.

Tuhan memberkati.

Selasa, 11 Mei 2010

Ibadah Raya Malang, 09 Mei 2010 (Pagi)

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Kita harus mengenal Yesus sampai sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.
Kalau mengenal Yesus sebagai Tabib, kita hanya butuh saat kita sakit. Kalau mengenal Yesus sebagai Penolong, kita hanya butuh saat kita perlu ditolong.
Tetapi pengenalan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, kita akan bersama Yesus apapun keadaan kita.

Kedatangan Tuhan ini tidak diketahui waktunya, oleh sebab itu gereja Tuhan harus berjaga-jaga untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, yang harus dijaga adalah PELITA TETAP MENYALA.
Syarat pelita tetap menyala:
Harus bercahaya = harus menerima Kabar Mempelai.
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Harus memiliki minyak persediaan.
Matius 25:3-4
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.


ad. 1. Harus menerima Kabar Mempelai.
Dulu kita manusia berdosa, tapi lewat menerima Kabar Baik, firman penginjilan, kita bisa menerima Yesus dan diselamatkan.
Tetapi ini harus dilanjutkan menerima Kabar Mempelai.

2 Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Kabar Mempelai ini adalah untuk menyucikan dan menyempurnakan gadis-gadis (gereja Tuhan) untuk bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Mengapa gereja Tuhan harus menerima Kabar Mempelai?
Matius 25:5-7
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Sebab gereja Tuhan dalam keadaan tidur rohani = pelita padam, sehingga akan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali.
Kabar Mempelai ini membangunkan gereja Tuhan yang sedang tidur rohani, supaya siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Keadaan gereja Tuhan yang tidur rohani:
Seperti Yunus yang tidur, prakteknya adalah tidak taat pada firman pengajaran yang benar dan tidak setia bahkan meninggalkan pelayanan.
Yunus 1:1-5
1:1. Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.
1:4. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

Gereja Tuhan yang tidak taat dan tidak setia = melarikan diri dari Tuhan = jauh dari Tuhan dan dekat dengan maut/kebinasaan.

Seperti Lazarus yang mati 4 hari.
Yohanes 11:11
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."

Prakteknya:
Mati dalam dosa, sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.
Kebusukan nikah dan buah nikah, kebusukan moral.

Kalau mati dan busuk dibiarkan, maka akan jadi berulat, masuk dalam kebinasaan, maut selama-lamanya di neraka.
Kalau tidur rohani, maka arahnya adalah pada kebinasaan.

Yesaya 66:24
66:24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

Seperti murid-murid yang tidur dalam doa penyembahan.
Markus 14:37-38
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Prakteknya:
Tidak setia dan tidak tekun dalam doa penyembahan.
Kering dalam doa penyembahan.
Kalau kering dalam doa penyembahan, maka kesucian harus diperiksa. Sebab kesucian ini setingkat dengan penyembahan. Kalau kesucian menurun, maka penyembahan pasti menurun.
Juga ketaatan harus diperiksa.
Juga harus diperiksa apakah benar kita mengasihi Tuhan lebih dari semua.

Yakobus 1:13-15
1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging.

Kalau kering dalam doa penyembahan, akibatnya adalah jatuh dalam masalah-masalah. Kalau dalam masalah kemudian mencari jalan keluar sendiri, maka akan jatuh ke dalam maut, kebinasaan untuk selama-lamanya.

Kalau gereja Tuhan dalam keadaan tidur rohani, maka Yesus juga akan tertidur di buritan kapal, tidak ada gairah untuk menolong kehidupan kita.

Matius 8:23-27
8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Keadaan gereja Tuhan yang tidur rohani = keadaan perahu murid-murid yang ditimbus gelombang, sedangkan Yesus tidur. Ini berarti sedang dalam keadaan kegelapan, tanpa harapan, hanya menuju kehancuran, tenggelam dan binasa = pelita yang hampir padam atau bahkan sudah padam.

Yang dibutuhkan saat badai adalah pribadi Yesus yang tidur dan bangun. Yesus mati dan bangkit dalam tubuh kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorga yang bisa kita terima lewat Kabar Mempelai.

Lewat Kabar Mempelai, kita akan mengalami:
Penyucian perhatian. Tadinya perhatian pada perkara lain, tetapi disucikan supaya perhatian hanya tertuju pada firman, tertuju pada Tuhan.
Selama dalam masalah kita tidak bergantung pada firman, maka Yesus akan tetap tidur. Di luar firman, semuanya pasti akan hancur lebur. Mungkin secara jasmani semuanya baik, tetapi di hadapan Tuhan semuanya hancur lebur, tinggal menunggu waktu.

Penyucian hati, dari hati bimbang menjadi kuat dan teguh hati, hanya percaya sepenuh kepada Tuhan.

Penyucian mulut, tidak menyalahkan orang lain tetapi mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, mengaku kegagalan, mengaku ketidakberdayaan. Juga mulut disucikan untuk menyembah Tuhan, menyeru nama Yesus.

Matius 8:25
8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

Doa yang dinaikkan dengan iman dan menyeru nama Tuhan akan menggairahkan Yesus untuk berbelas kasihan.
Iman + belas kasihan = mujizat.
Mujizat jasmani adalah menyelesaikan segala masalah, sampai yang mustahil sekalipun.
Mujizat yang terbesar adalah mujizat rohani, yaitu keubahan hidup dari manusia jasmani menjadi manusia rohani, sedikit demi sedikit sampai saat kedatangan Tuhan kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan.

Tuhan memberkati.

Rabu, 21 April 2010

Raihlah Pendidikan yang lebih Tinggi

Sungguh besarlah bangsa ini. Dari segi kekayaan alam dan dari segi jumlah penduduk, bangsa ini sungguhlah besar. Jumlah penduduk bangsa ini merupakanlah potensi bagi pembangunan bangsa ini dan juga menjadi suatu masalah bagi Departeman tenaga kerja(hehee). Jumlah penduduk yang cukup mampuni ini haruslah didukung dengan pendidikan yang mapuni juga. Departemen Pendidikan Nasional haruslah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini. Selain Depdiknas, semua bagian bangsa ini haruslah ambil bagian untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini.

Bagian terkecil dari bangsa ini adalah kelurga. Jika kelurga-keluarga bangsa ini baik dan benar maka bangsa ini akan kuat dan menjadi negara yang disegani di dunia. Pendidikan.. pendidikan ohhh pendidikan. Kunci suatu bangsa adalah pendidikan yang mumpuni. Hingga saat ini saya menilai pendidikan di negeri ini masih belum mumpuni dan masih jauh dari harapan. Padahal banyak anak-anak bangsa ini yang mempunyai IQ yang cukup mumpuni. Apalah daya anak-anak bangsa yang tak punya apa-apa. Mereka hanya bisa menikmati hidup ini hanya sebagai kuli atau apalah itu.

Kita pasti masih ingat dengan buku dan Film Laskar Pelangi. Betapa fasilitas pendidikan sangat memprihatinkan. Hal ini juga dialami oleh teman saya. Sabtu kemaren saya berkomunikasi dengan teman saya. Biasalah teman lama dan sudah lama tak bercerita-cerita. Kami pun bercerita dan bertanya kabar. Dan saya pun bertanya kabar teman kami(sebut saja X), kabarnya baik. Cuman ada kabar yang tidak sedap yakni kepintar yang dimiliki oleh X ini menjadi sia-sia. Karena sekarang dia hanya sebagai kuli pikul di Belawan. Sungguh sangat menyedihkan. X adalah seorang yang berprestasi ketika berada di bangku SD dan SMP. X dan teman saya yang saya telepon ini adalah teman dari SD dan juga mereka berdekatan rumahnya di Belawan. X sungguhlah anak yang berprestasi hingga di SMP saya melihat X ini adalah anak yang berprestasi. Saya dan X ini merupakan sebagian anak yang menerima JPS(bantuan bagi kelurga miskin). Dengan ada bantu ini kami dan teman yang lain cukup terbantu untuk melanjutkan pendidikan. X sungguhlah anak yang pintar dan cerdas. Sayang disyang kehidupan kelurga yang tak mendukung membuat X ini menjadi anak yang cerdas tapi kecerdasannya menjadi sia-sia.

Kehidupan Belawan adalah kehidupan yang keras dan penuh tantangan. Kita harus kuat jika hidup sebagai anak Belawan,heheee. Cerita punya cerita dengan teman saya, ternyata X tidak didukung oleh kelurganya. Padahal X ini masuk SMA yang cukup baik. PAdahal saya ndak masuk ke SMA tersebut. Saya sangat pengen masuk SMA tersebut. Sungguh beruntungnya X bisa masuk SMA tersebut. Tapi semua menjadi percuma karena kelurganya tidak mendukung X untuk terus menggapai cita-citanya. Sebagaimana saya katakan bahwa jika keluarga mendukung maka anak-anak bangsa ini akan maju. Oleh karena tidak ada dukungan dan pergaulan yang cukup berbahaya. Maka X ini pun menjadi anak yang tak menggapai cita-cita untuk pendidikan yang lebih tinggi.

Di SMA, X ini menjadi anak yang prestasinya biasa-biasa saja. Hal ini terjadi karena tidak ada dukungan dari keluarga dan pergaulan yang buruk. Sungguh sanggat disyangkan, X adalah anak yang berprestasi jika keluarga mendukungnya mungkin dia bisa bekerja di tempat yang lebih baik(dibanding sekarang jadi kuli pikul di Belawan).

Wahai bapa dan ibu dukunglah anak-anakmu untuk mencapai cita-citanya. Pesan orangtua Saya "anakku raihlah cita-citamu"........ Bapa dan mamak dukunglah anak mu dalam doa agar dapat meraih cita-cita.



Salam Sejahtera



Dedi Simbolon